Senin, 20 Januari 2014

Berpeluk dengan Aspal

Minggu, 19Januari 2014 adalah hari dimana kejadian itu terjadi. Waktu itu aku sedang dalam posisi lelah habis pulang studibanding di Bandung. Kelelahanku tak kurasa sedikitpun karena tertutupi dengan kebahagiaan yang aku rasa. Merasa aku baik-baik saja, aku langsung pulang kerumah habis mandi dan berbenah.
Setelah beberapa kilo kulalui mataku terasa berat. kantuk sekelibat hadir merusuhi perjalanan pulangku. beberapa kali hampir aku kehilangan konsentrasi berkendaraku, namun untung cepat aku tersadar dari kantuk yang sangat menggangu. sempat aku berkata dalam hati untuk sejenak mampir ke warung bakso atau apalah yang bisa mencerahkan keadaanku saat itu.. itung-itung sekalian sarapan.
Konsentrasi yang terbuyarkan sebelum kejadian inti terjadi yaitu hampir saja aku nabrak mobil,namun segera kesadaranku muncul tepat waktu dan aku mampu menguasai laju kendaraanku. Tak jauh dari kejadian itu, entah kantuk keberapa tiba-tiba posisi lajuku mengarah ke kiri aspal, hingga aku keluar aspal. Sedetik saja aku kelewat sadarnya aku tidak tahu kejadian lebih parah apa yang akan menimpaku. Untung aku langsung sadar, walaupun tetap telat. 
Posisiku waktu itu aku melaju mengarah keluar aspal menuju bebatuan. sekilas kesadaranku kembali, aku langsung mengerem motorku dengan sigap. namun, nasip malang tetap memihakku. Aku terjatuh ke arah kanan bersama motorku. jatuhku menimpa aspal yang menyebabkan tangan dan kakiku lecet hingga lebam. keadaan mootku saat itu blakrek-blaakrek dan spion kanan bengkong dan ada bagian yang terlepas. 
beberapa detik aku terbaring diaspal dengan keadaan sadar dan syok. aku tidak langsung bangun karena mengumpulkan tenaga untuk bangun dan memberi jeda agar syokku berkurang. aku masih ingat ada tiga motor yang berhenti mengecek keadaanku waktu itu. ketiganya laki-laki, dua orang aku ingat mukanya dan yang satu entah aku lupa. satu cowok masih muda agak lumayan tampannya dan terlihat sopan bertanya keadaanku. setelah tahu aku baik-baik saja dan sudah ada yang menolong, ia ijin melanjutkan perjalanannya.
Satu orang lagi yang paling baik hatinya waktu itu, ia bernama pak Badawi. Ia rela mencarikan minum aku biar tidak ngantuk. Ia juga menemaniku sampai hilang rasa syokku. Beberapa pertanyaan ia lontarkan kepadaku untuk meredakan rasa tegang akibat jatuhku tadi. Sambil menahan rasa sakit dan perih dikedua tanganku aku mencoba menjawab pertanyaan pak Badawi semampuku. Akhirnya setelah aku rasa agak tenang aku berterimakasih dan mohon pamit kepada pak badawi untuk melanjutkan pulang kerumah dengan keadaan spion kanan yang rusak. 
Dengan hati-hatiku lanjutkan jalan pulangku yang tinggal beberapa menit saja. kejadian di Jumoyo yang tidak begitu jauh dari rumahku itu benar-benar memberi petuah bagiku. agar dalam mengendara harus lebih hati-hati. Tubuh dengan keadaan fit itu sangat diperlukan saat berkendara. semoga bermanfaat juga bagi semuanya. ~aku tahu setiap kejadian itu ada hikmahnya~
#pamer luka lecetku kih bar diperban...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar