Rabu, 07 Januari 2015

ANEKDOT



Judul:
Mahmud dan Hamid

Cerita ini berasal dari dua orang mahasiswa yang berteman akrab. Mereka kuliah di jurusan yang sama dan bahkan satu kelas. Mereka juga tinggal dalam satu kost yang sama. Walaupun mereka berteman akrab, namun mereka memiliki sifat yang berkebalikan. Mahmud adalah seorang yang malas dan licik, sedangkan Hamid adalah seorang yang rajin, jujur, dan polos.
Mahmud selalu memanfaatkan kepolosan Hamid. Ia selalu meminta Hamid untuk mengerjakan tugas kuliahnya. Dengan berbagai alasan, Mahmud selalu berhasil membujuk Hamid untuk mau mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.
“Mid, tolong kerjakan tugas kuliahku sekalian ya. Aku mau kencan soalnya, ya? Kalau tidak kencan aku bisa diputus soalnya. Kamu mau tanggung jawab kalau aku diputus oleh pacarku?” Mahmud mengancam dengan muka serius.
 “Ya.. Ya.. “ Dengan muka takut dan khawatir, Hamid meng-iya-kan permintaan Mahmud.
Setiap ada tugas kuliah Mahmud selalu mengandalkan Hamid untuk mengerjakannya. Hamid dengan polosnya selalu menyanggupi permintaan Mahmud. Ia selalu percaya dengan alasan yang diberikan Mahmud.
“Mid, ini tugas kuliahku ada yang belum kelar, tolong selesaiin ya.. Aku disuruh jemput ibu, habis itu mau temenin dia belanja. Kamu mau gara-gara kamu nggak nolong aku, aku dikutuk jadi batu kayak Malin Kundang?” Ancaman Mahmud kepada Hamid. Seperti biasa, Hamid tidak tega untuk menolak permintaan Mahmud.
Suatu ketika Mahmud dan Hamid dipanggil oleh salah satu dosen mata kuliah.
“Mahmud, kenapa kamu tidak pernah mengerjakan tugas-tugas kuliah dari ibu?” Dosen itu menanya dengan agak marah.
“Mengerjakan kok Bu, jawab Mahmud sambil melirik ke arah Hamid. Dalam hati, Mahmud kesal kepada Hamid.
Kemudian dosen itu bertanya kepada Hamid. “Hamid, kenapa tugas kuliah yang kamu kumpulkan selalu double?” Tanya dosen dengan lemah lembut.
“Itu yang satu saya dedikasikan untuk Mahmud Bu, kasian dia.” Jawab Hamid dengan polosnya.
Setelah mereka keluar dari ruang dosen, Mahmud tidak mampu menahan kemarahannya.
“Mid, kenapa tugas kuliahnya yang satu tidak diberi namaku?” Tanya Mahmud kesal.
“Aku tidak mau berbohong Mud. Kamu mau, aku masuk neraka gara-gara kamu?” Jawab Hamid dengan kepolosannya.
Mahmud speechless…………..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar